Author: Radhar

Trik agar Rumah Tidak Menjadi Sarang Tikus

Trik agar Rumah Tidak Menjadi Sarang Tikus

Selain nyamuk, tikus menjadi salah satu hewan yang sangat menganggu kenyamanan di rumah. Selain dapat menggerogoti segala sesuatu mulai dari makanan sampai dengan pakaian, tikus juga membuang kotoran sembarangan yang menimbulkan bau tidak sedap dan fatalnya tikus dapat menularkan penyakit pada manusia. Beberapa penyakit tersebut di antaranya leptospirosis (ditandai dengan demam, pegal, mata merah, dll), pes (infeksi yang dapat memicu kematian), dan lainnya. Oleh karenanya, Anda harus berusaha agar rumah tidak menjadi sarang tikus. Bagaimana caranya? 3 di antaranya sebagai berikut:

Menjaga kebersihan rumah

Kondisi rumah yang kotor akan terasa menyenangkan bagi tikus. Maka dari itu, selalu jaga kebersihan rumah Anda. Misalnya, dengan menyapu & mengepel rumah setiap hari, membuang atau membakar sampah secara rutin (pastikan penutup sampah rapat agar tidak mengundang ketertarikan tikus), membereskan gudang secara rutin, membuang perabotan yang tidak terpakai, dan lainĀ  sebagainya. Rumah yang bersih tidak hanya mencegah tikus bersarang di rumah, tetapi juga meningkatkan kenyamanan saat berada di rumah.

Manfaatkan bahan-bahan berikut

Selain suara bising dan cahaya, tikus umumnya takut dengan bahan-bahan seperti berikut sehingga Anda bisa memanfaatkannya untuk membuatnya tidak nyaman di rumah:

  • Buah mengkudu. Buah mengkudu biasanya dimanfaatkan untuk mengatasi beberapa masalah kesehatan seperti halnya meredakan sakit kepala, menangani darah tinggi, mencegah kanker, mengobati asam urat, dll. Namun, sejatinya buah yang bercirikan permukaan kulit berbintik atau berkutil ini juga bisa digunakan untuk mengusir tikus. Caranya, belah buah mengkudu menjadi beberapa bagian kemudian tempatkan potongan-potongan buah mengkudu tersebut pada lokasi yang sering dilalui oleh tikus.
  • Kapur barus. Bau menyengat yang ditawarkan kapus barus juga tidak disukai oleh tikus. Anda bisa menggunakannya agar tikus tidak betah. Caranya, haluskan beberapa kapur barus kemudian taburkan di setiap sudut rumah terutama jalur tikus. Agar Anda sebagai penghuni rumah tetap merasa nyaman, sebaiknya gunakan pengharum ruangan alami dari lemon, kayu manis, atau lainnya.
  • Minyak peppermint. Minyak peppermint biasanya sering kita temukan pada bahan permen karet. Namun faktanya, minyak peppermint sendiri juga bisa digunakan untuk mengusir tikus yang bersarang di dalam rumah. Caranya, cukup oleskan minyak ini pada sebuah karton dan letakkan pada lokasi yang sering dilalui tikus.

Memelihara predator bagi tikus

Anda juga bisa mengiringi tindakan di atas dengan memelihara predator bagi tikus. Sudah bukan rahasia lagi kalau predator bagi tikus ada kucing. Yup, jika Anda ingin mengusir tikus sebaiknya pelihara kucing. Dalam memelihara kucing, pastikan bahwa Anda melakukan vaksinasi secara rutin untuk menghindari penularan penyakit karena sentuhan, cakaran, atau gigitan. Sebaiknya tidak memberikan makanan mentah karena ditakutkan akan mengembangbiakkan virus toksoplasma. Rutin memandikan, memotong kuku kucing, serta menjemur kucing sekaligus kandangnya agar terbebas dari kuman & bakteri. Tak lupa luangkan waktu untuk melatihnya agar menjadi kucing yang penurut (buang kotoran pada tempatnya, tidak mencakar perabotan, tidak mengeong berlebihan, dan lainnya).

Selain cara-cara di atas, Anda juga bisa membasmi tikus dengan penjepit konvensional, perangkap tikus elektrik, kurungan dengan umpan, lem, atau racun tikus. Demikian trik-trik agar rumah nyaman ditinggali dengan membebaskan rumah dari tikus si hewan pengerat. Yang terpenting adalah utamakan kebersihan & kerapian rumah agar tidak menjadi tempat yang digemari oleh tikus.

Resiko Membiarkan Lahan Kosong di Sekitar Rumah Terbengkalai

Resiko Membiarkan Lahan Kosong di Sekitar Rumah Terbengkalai

Lahan kosong di sekitar rumah sebaiknya dioptimalkan agar rumah terlihat lebih menarik dan lingkungan di sekitar rumah menjadi menyenangkan. Ada banyak ide yang bisa digunakan untuk mengoptimalkan lahan kosong, seperti membuat kolam ikan, kolam renang, gazebo, kebun, lapangan basket atau badminton, taman bunga, dan lain sebagainya. Masalahnya adalah sejumlah pemilik rumah justru membiarkan lahan kosong di sekitar rumah mereka terbengkalai begitu saja. Seandainya lahannya memang sempit, bukan berarti harus dibiarkan begitu saja. Pemilik rumah seharusnya tetap menjaga dan membersihkannya. Bila Anda pemilik rumah yang mengabaikan lahan kosong di samping atau belakang rumah, bersiaplah menerima resiko yang disebutkan di bawah ini:

Rumah tampak tidak menarik

Lahan kosong yang dibiarkan begitu saja akan ditumbuhi oleh alang-alang dan tumbuhan liar yang tingginya bisa sepinggang atau bahkan lebih tinggi. Lahan kosong ini akan menciptakan suasana yang menyeramkan di malam hari dan menghasilkan kesan tidak mengenakkan ketika orang-orang melihatnya. Otomatis hal ini akan membuat rumah tampak tidak menarik untuk dilihat. Bagi Anda yang ingin menjual atau menyewa kediamanan Anda, tentu calon penyewa akan berpikir dua kali untuk tinggal di sana. Hal ini karena mereka merasa kurang nyaman dan takut dengan lingkungan sekitar rumah yang tergolong tidak terawat dengan baik.

Apabila Anda menyadari akan resiko ini, segera bersihkan tanaman liar di daerah tersebut dan gunakan pestisida agar tanaman itu tidak cepat tumbuh kembali.

Sarang hewan liar

Tidak bisa dipungkiri apabila lahan kosong tersebut sudah ditumbui tanaman liar yang rindang dan padat, hewan liar seperti ular, lebah, tikus, dan lain sebagainya akan bersarang di sana. Tidak hanya itu saja, hal-hal yang berbau gaib pun bisa saja tinggal di tempat itu. Nah, bila kejadiannya sudah seperti ini, mau tidak mau Anda harus bersiap menghadapi semua resiko yang akan ditimbulkan oleh hewan liar tersebut. Bila tak hati-hati, Anda bisa menjadi korban mereka. Misalnya, jika Anda asal membersihkan tempat tersebut dan ada sarang lebah di sana, Anda bisa saja disengat kawanan lebah yang ada di sana. Tidak takut ular? Oke, bagaimana bila hewan melata ini sampai menggigit Anda. Tubuh Anda akan mati rasa karena racun yang dikeluarkan oleh ular tersebut. Mau tidak mau Anda pun harus dirawat di rumah sakit untuk beberapa hari guna menyembuhkan dan menghilangkan bisa ular itu.

Keselamatan jiwa jadi terancam

Seperti yang sudah dijelaskan di poin sebelumnya, keselamatan jiwa Anda sudah pasti bisa terancam karena adanya hewan-hewan liar yang suka berkeliaran di sekitar rumah Anda. Coba bayangkan jika di lahan kosong yang sudah ditumbuhi semak belukar tersebut ditinggali oleh ular berbisa yang sudah beranak pinak di sana. Besar kemungkinan untuk tergigit ular cukup besar karena hewan melata ini bisa saja tiba-tiba masuk ke dalam rumah. Bila Anda sudah tergigit dan bisanya masuk ke dalam tubuh, Anda bisa saja jatuh sakit dan meninggal dunia.

Anda tak mau kan mengalami resiko yang sudah disebutkan di atas? Untuk itu, jangan biarkan lahan kosong nganggur begitu saja. Manfaatkan lahan tersebut sebaik mungkin agar bisa menghasilkan sesuatu yang membuat rumah tampak bagus. Misalnya, jika Anda suka bunga, tanami bunga di area itu dan rawat bunga yang sudah tumbuh dengan maksimal. Dalam beberapa bulan, lahan yang tadinya kosong akan tampak berwarna warni.